191 Orang Tewas Akibat Jaringan Kereta Api Madrid Dibom Teroris
News

191 Orang Tewas Akibat Jaringan Kereta Api Madrid Dibom Teroris

Spread the love

191 Orang Tewas Akibat Jaringan Kereta Api Madrid Dibom Teroris

InfoJamanNow – Masyarakat yang tinggal di Ibu Kota Spanyol, kota Madrid melakukan aktivitas seperti umumnya pada 11 Maret 2004 atau tepat 14 tahun lalu dengan menumpang rangkaian kereta api. Sepuluh bom mendadak meledak di empat rangkaian kereta di tiga stasiun berlainan di Madrid sampai jam ramai pada pagi hari itu semakin hiruk-pikuk.

191 Orang Tewas Akibat Jaringan Kereta Api Madrid Dibom Teroris

Sepuluh bom itu di ketahui diaktifkan dengan dari jarak jauh dengan memakai telefon seluler (hp). Kepolisian Spanyol pernah mengarahkan keraguan pada grup separatis Basque, ETA, jadi dalang dari serangan yang menewaskan 191 orang serta melukai 2. 000 yang lain itu.

Sangkaan itu meleset. Sebab, bukti-bukti yang diketemukan selanjutnya menghadap pada grup teroris Al Qaeda. Penyidik percaya semua ledakan disebabkan oleh bahan peledak yang dibawa dengan memakai tas punggung ke atas kereta api.

Beberapa teroris dipercaya membidik Stasiun Atocha, Madrid. Sebab, sekira tujuh bom yang lain diledakkan di sekitaran stasiun itu. Empat bom yang lain diledakkan diatas kereta api yang melintas di dekat Stasiun El Poso del Tio Raimundo serta Santa Eugenia.

Dinukil dari History, Minggu (11/3/2018), bom-bom itu disangka diledakkan karna kereta terlambat hingga di Atocha. Disamping itu, tiga bom yang lain tidak berhasil meledak seperti yang telah direncanakan serta diketemukan jadi tanda bukti yang utuh.

Beberapa orang di Spanyol serta semua dunia waktu itu percaya serangan dikerjakan jadi balasan atas partisipasi tentara Negeri Matador dalam Perang Irak. Jadi info, sekira 1. 400 tentara Spanyol ada di pangkalan militer di Irak.

Baca Juga : Gaji Presiden Jokowi Di Usulkan Rp 533 Juta?

Serangan berlangsung cuma dua hari mendekati penentuan umum (pemilu) Spanyol, dimana golongan sosialis anti-perang sukses mencetak kemenangan. Pemerintah baru dibawah Perdana Menteri (PM) Jose Luis Rodriguez Zapatero, menarik mundur pasukan dari Irak, sampai kompi paling akhir pulang pada Mei 2004.

Pengeboman ke-2, dengan tujuan kereta cepat AVE, nyaris berlangsung pada 2 April 2004. Esok harinya, Kepolisian Spanyol sukses membuka kehadiran beberapa teroris yang menempati satu apartemen di Leganes, Madrid selatan. Ke-7 terduga teroris itu bunuh diri dengan meledakkan bom waktu digerebek. Ledakan itu ikut menewaskan satu orang pasukan spesial Spanyol.

Satu orang pengebom sekali lagi sukses dibunuh oleh aparat dalam serangan bom 11 Maret 2004 serta 29 orang yang lain di tangkap. Sesudah lima bln. persidangan pada 2007, sejumlah 21 orang dapat dibuktikan bersalah, walau lima salah satunya, termasuk juga Rabei Osman yang disangka jadi ketua jaringan teroris, selanjutnya dibebaskan.

Untuk kembali kenang beberapa korban tewas dalam serangan bom 11 Maret 2004, pemerintah Spanyol menanam sebatang pohon zaitun serta cemara yang melambangkan keabadian di Taman El Retiro, dekat Stasiun Kereta Api Atocha.

Berikan Komentar Anda