Fakta Terbaru Penahanan Vanessa Angel Terkait Prostitusi Online
Entertainment

Fakta Terbaru Penahanan Vanessa Angel Terkait Prostitusi Online

Spread the love

Fakta Terbaru Penahanan Vanessa Angel Terkait Prostitusi Online

Entertainment – Polda Jawa Timur menginformasikan penahanan pada terduga masalah prostitusi online yang seorang artis, Vanessa Angel. Penahanan Vanessa diumumkan oleh Kabid Humas Polda Jawa timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Fakta Terbaru Penahanan Vanessa Angel Terkait Prostitusi Online

Mulai Terhitung 30 Januari 2019 VA (Vanessa Angel) yang kita panggil ini hari menjadi terduga resmi dikerjakan penahanan,” tutur Frans di Mapolda Jawa timur, Rabu (30/1/2019).

Tersebut Fakta Terbaru Penahanan Vanessa Angel Terkait Prostitusi Online :

1. Fakta Polda Jawa timur Menahan Vanessa Angel

Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, Vanessa Angel ditahan Polda Jawa timur sesuai ketentuan objektif yang sudah dilaksanakan.

Vanessa Angel jadi terduga dalam masalah pendapat penyebaran konten asusila berkaitan prostitusi online yang menyertakan beberapa artis serta mode.

Mengenai fakta subjektif dari penyidik, yakni yang berkaitan menghilangkan tanda bukti, melarikan diri, mengulang tindakannya. Nanti terangkum di surat perintah penahanan itu,” sambung Barung.

2. Vanessa Angel Tidak Henti Menangis

Kuasa hukum Vanessa, Milano Lubis menjelaskan jika kliennya langsung menangis waktu tahu jika Polda Jawa Timur ingin lakukan penahanan.

“Ia shocked sekali lah. Ini tengah melakukan kontrol dengan kabar berita semacam itu,vannesa menangis selama kontrol” tutur Milano waktu dihubungi wartawan, Rabu (30/1/2019).

Milano memberikan, berkaitan penahanan ini pihaknya bisa jadi ajukan penangguhan.

Akan tetapi, masalah dipenuhi ataukah tidak permintaan itu ialah kewenangan pihak penyidik.

3. Kuasa Hukum Pertanyakan Fakta Vanessa Angel Ditahan

Kuasa hukum Vanessa Angel, Milano Lubis mengakui tidak mengerti fakta penyidik meredam client-nya.

Masalahnya sampai kini Milano memandang Vanessa begitu kooperatif dalam melakukan kontrol.

“Tidak tahu saya. Coba yang manakah? Kami disebut tidak kooperatif. Walau sebenarnya kami kooperatif. Disebut mangkir, kami tidak mangkir, memang surat pemanggilannya tidak pernah ada,” tutur Milano waktu dihubungi wartawan, Rabu (30/1/2019).

Milano pun menyangsikan pendapat polisi jika kliennya akan menghilangkan tanda bukti.

“Terus dikatakan kalau ditahan, itu tidak untuk menghilangkan barang bukti. Barang bukti apakah yang ingin di hilangkan? Handphone-nya telah ditahan, rekening telah ditahan. Lantas (bukti) yang manakah?” kata Milano kembali.

Berikan Komentar Anda