Melawan Obesitas Yang Jumlah Penderitanya Semakin Naik Sejak Tahun 1975
News

Melawan Obesitas Yang Jumlah Penderitanya Semakin Naik Sejak Tahun 1975

Spread the love

Melawan Obesitas Yang Jumlah Penderitanya Semakin Naik Sejak Tahun 1975

Kesehatan – Kathleen Mulcahy, Warga lokal Los Angeles ini sudah berjuang melawan berat tubuhnya sepanjang 55 tahun. Kegemukan atau obesitas yaitu satu keadaan medis berbentuk keunggulan lemak badan yang terakumulasi demikian rupa hingga menyebabkan efek merugikan untuk kesehatan, yang lalu turunkan keinginan hidup serta/atau tingkatkan problem kesehatan

Melawan Obesitas Yang Jumlah Penderitanya Semakin Naik Sejak Tahun 1975

“Orang tua saya miliki seseorang bayi, seseorang putra, serta ia wafat waktu lahir. Umur saya saat itu 7 th., serta saya sangka itu waktu saya mulai jadi gemuk. Ibu saya wafat mendadak waktu saya berumur 12 th., serta berat tubuh saya segera melonjak. Waktu saya lulus SMA, berat saya sekitaran 118 kg, ” tutur Mulcahy.

Lemak, garam, gula

Problem dengan obesitas di semua dunia sudah melonjak 3x lipat mulai sejak 1975, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Ini bukanlah saja problem dengan negara-negara berpendapatan tinggi seperti Amerika Serikat. Ada makin beberapa orang yang alami obesitas serta gemuk di negara-negara berpendapatan rendah sampai menengah. Berat tubuh berlebihan berkaitan dengan meningkatnya angka kematian global daripada berat tubuh dibawah rata-rata.

“Makanan cepat saji, perusahaan-perusahaan transnasional, perusahaan-perusahaan minuman enteng merambah negara-negara berkembang serta mempunyai dampak yang begitu besar atas terjadinya epidemi keunggulan berat tubuh serta obesitas, karna mereka menaikkan kalori serta makanan olahan, garam, serta gula kedalam alur makan yang mereka umum makan, ” tutur Dana Hunnes, seseorang asisten profesor di the University of California, Los Angeles, Fielding School of Public Health.

Pola hidup orang di negara-negara berkembang juga turut beralih. “Saat beberapa orang mulai tinggal di lokasi perkotaan serta mempunyai uang semakin banyak serta pola hidup yang relatif kurang aktif, berat tubuh mereka juga jadi bertambah serta ikuti alur pola hidup Amerika Serikat, ” tutur Hunnes.

Menurut seseorang psikoterapis, Deena Solomon, ada argumen beda juga kenapa orang makin gemuk dengan global. “Orang-orang menjauh dari keluarga aslinya. Mereka tidak mempunyai system pendukung yang juga akan menolong mereka juga mengelola serta mempunyai jalinan jadi pilihan waktu mereka alami stres, hingga orang berpindah ke makanan, ” tutur Solomon.

Walau alur diet yang popular bisa jadi fasilitas untuk turunkan berat tubuh dengan cepat, tetapi melindungi supaya tidak kegemukan yaitu tantangan sendiri. “Dalam melindungi berat tubuh yang baik, studi dengan memberikan keyakinan tunjukkan alur makan dengan sayur-sayuran adalah jalan keluar yang baik untuk periode panjang, ” tutur Hunnes.

” Tetapi, jika berpindah jadi seseorang vegetarian sangat esktrim, alur makan dengan sedikit daging dapat juga menolong, ” imbuhnya.

Perubahan perilaku

Daripada konsentrasi pada apa yang dikonsumsi, Solomon menolong beberapa orang untuk melindungi berat tubuh baik dengan merubah alur fikir orang untuk merubah rutinitas makannya. Ia menyebutkan berat tubuhnya 102 kg serta sukses kurangi 32 kg lebih dari 30 th.. Solomon menulis buku mengenai pengelolaan berat tubuh serta sudah menolong banyak client seperti Mulcahy untuk mempunyai kesadaran diri yang semakin besar. Sisi perlu dari caranya yaitu satu jurnal, di mana mereka yang makan sangat banyak menuliskan semua yang mereka makan sebelumnya mereka makan.

“Jadi kesadaran itu, rasa untuk lebih waspada, jadi lebih kuat daripada rasa kenikmatan segera yang diakibatkan makanan. Tetapi anda mesti pelajarinya. Ini mesti jadi rutinitas, ” tutur Solomon.

Cara ini sukses untuk Mulcahy, yang sudah sukses melindungi berat tubuhnya sekarang ini sepanjang nyaris tiga th.. “Anda memperoleh satu perasaan kesuksesan, rasa keberdayaan serta nilai, yang bisa anda aplikasikan dimana-mana, ” tutur Mulcahy.

Psikologi makanan

“Cara kita berpiir mengenai makanan, psikologi kita mengenai makanan begitu perlu dalam hubungannya dengan diet, ” tutur Hunnes.

Bagaimana budaya yang berlainan berfikir mengenai beberapa jenis makanan yang berlainan juga memainkan peranan mengenai apa yang orang makan serta berat tubuh mereka. “Kita tahu kalau alur makan Barat, alur makan yang tinggi dengan kandungan beberapa produk hewani, tidak jadi basic yang mendukung kesehatan supaya tidak terjangkit penyakit diabetes Type 2, kanker, penyakit jantung, serta jumlah problem kesehatan yg tidak terhitung banyak. Konsumsi daging sejumlah itu, konsumsi product hewani sejumlah itu, sekalipun tidak sehat. Serta makan dengan alur makan tradisionil yang didominasi buah serta sayur-sayuran dan biji-bijian serta serat yaitu suatu hal yang kami (bangsa Barat) kehendaki, ” tutur Hunnes.

Berikan Komentar Anda